Atap Stadion Bisa Buka Tutup, JIS Sabet Penghargaan Internasional

12 Oktober 2026 11:36
Penulis: Beno Junianto, news
Jakarta International Stadium (JIS) meraih penghargaan internasional Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 untuk kategori Structural Engineering berkat inovasi rekayasa atap buka-tutupnya. Penghargaan ini diumumkan di Singapura pada 7 Oktober 2026, dengan WIKA Gedung (WEGE) sebagai pihak yang menggarap proyek tersebut.

Sahabat.com - Jakarta International Stadium (JIS) meraih penghargaan internasional dalam ajang Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 di Singapura, Rabu (7/10/2026) malam. Stadion yang memiliki teknologi atap buka-tutup terbesar di Indonesia itu mendapat pengakuan pada kategori Structural Engineering atau rekayasa struktur.

Penghargaan tersebut diraih melalui submisi proyek bertajuk “Jakarta International Stadium: Merancang Atap Buka-Tutup Terbesar” yang dikerjakan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung/WEGE) bersama sejumlah mitra konstruksi.

Pencapaian ini menjadi sorotan karena proyek JIS menghadirkan tantangan rekayasa struktur berskala besar, terutama dalam merancang dan membangun atap yang dapat dibuka serta ditutup. Inovasi tersebut menunjukkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menangani proyek infrastruktur kompleks yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Manajer Digitalisasi Teknik WIKA Gedung, Arddhanu Zunanto Hardhi, mengatakan penghargaan itu menjadi motivasi bagi para insinyur Indonesia untuk terus menghasilkan karya besar yang mampu bersaing di tingkat dunia.

“Dengan adanya penghargaan ini, kami terus ingin berkarya dan terus membuktikan bahwa engineer Indonesia memiliki kapabilitas dan kompetensi yang hebat untuk menghasilkan karya-karya besar, karya yang fenomenal, dan bisa diakui secara nasional maupun mancanegara,” kata Arddhanu.

Menurut dia, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi terhadap proyek JIS, tetapi juga menjadi dorongan bagi WIKA Gedung untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan masyarakat.

JIS Bersaing dengan Ratusan Proyek dari 53 Negara

Penghargaan Bentley YII Awards 2026 memiliki persaingan internasional yang luas. Ajang ini menerima lebih dari 300 submisi proyek dari 53 negara.

Dari seluruh submisi tersebut, sebanyak 36 proyek terpilih menjadi finalis. Proyek-proyek itu kemudian dinilai oleh dewan juri independen dalam 12 kategori yang mencakup berbagai tahapan siklus hidup infrastruktur, sektor industri, dan disiplin rekayasa.

JIS menjadi salah satu dari 36 proyek finalis tersebut sebelum meraih penghargaan pada kategori rekayasa struktur. Pencapaian ini menempatkan proyek infrastruktur Indonesia dalam persaingan dengan berbagai proyek dari negara lain.

Pengakuan tersebut juga memperlihatkan bahwa aspek rekayasa dan inovasi teknis menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur modern, selain fungsi dan skala bangunan itu sendiri.

Atap Buka-Tutup JIS Jadi Tantangan Rekayasa

Salah satu aspek utama yang dipaparkan tim WIKA Gedung dalam presentasi final adalah proses rekayasa atap buka-tutup JIS, yang disebut sebagai largest retractable roof di Indonesia.

Sebelumnya, struktur atap JIS diketahui memiliki bobot sekitar 3.900 ton dan diangkat hingga ketinggian sekitar 70 meter. Pekerjaan tersebut membutuhkan perencanaan teknis yang cermat agar struktur dapat dipasang sesuai rancangan dan memenuhi aspek keselamatan.

Dalam presentasi di hadapan juri, tim WIKA Gedung menjelaskan proses rekayasa struktur tersebut, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menekan risiko kesalahan dan potensi kerugian.

Penggunaan AI dalam proses rekayasa menjadi salah satu aspek menarik dari proyek yang dipresentasikan. Teknologi ini dapat mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan teknis, meskipun rincian mengenai sistem AI yang digunakan serta penerapannya secara spesifik dalam proyek JIS belum dijelaskan dalam materi yang tersedia.

Kombinasi rekayasa struktur dan pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari pendekatan tim dalam menghadapi kompleksitas proyek atap stadion.

Insinyur Indonesia Diharapkan Terus Mendunia

Arddhanu menilai pencapaian JIS menjadi bukti bahwa insinyur dan tenaga teknik Indonesia memiliki kemampuan untuk mengerjakan proyek berskala besar dan rumit.

Ia berharap semakin banyak karya anak bangsa yang memperoleh pengakuan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

“Kami berharap ke depan semakin banyak karya Indonesia yang bisa diakui, bukan hanya secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi industri konstruksi nasional untuk terus mengembangkan inovasi, meningkatkan pemanfaatan teknologi, dan memperkuat kompetensi tenaga ahli Indonesia.

Keberhasilan JIS meraih penghargaan Bentley YII Awards 2026 tidak hanya menjadi pencapaian bagi WIKA Gedung dan mitra konstruksi yang terlibat, tetapi juga menambah rekam jejak proyek infrastruktur Indonesia yang mendapat pengakuan internasional.

Dengan semakin kompleksnya kebutuhan pembangunan, kemampuan mengintegrasikan rekayasa struktur, teknologi digital, dan keselamatan konstruksi menjadi modal penting agar karya-karya Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Sumber: ANTARA 

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment