BMKG: Acara Festival Bau Nyale Diprakirakan Diwarnai Hujan-Angin

09 Februari 2023 10:04
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Gambar prediksi hujan saat Festival Bau Nyale di Lombok Tengah, NTB (ANTARA/BMKG)

Sahabat.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, Festival Bau Nyale (Menangkap cacing laut) yang berlangsung tanggal 10-11 Februari 2023 di Pantai Tanjung An dan Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, diprakirakan diwarnai hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang.

"Waspada potensi hujan saat acara festival Bau Nyale 2023," kata Prakirawan BMKG Zaenudin Abdul Majid, Lombok, Sri Apriliana dalam keterangan tertulisnya di Praya, Kamis.

Sebelumnya, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem tanggal 6-12 Februari 2023 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB," kata Kepala Stasiun Meteorologi Zaenudin Abdul Majid, Lombok, Cucu Kusmayancu.

BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia saat ini menunjukkan signifikansi dinamika atmosfer yang berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kondisi atmosfer menunjukkan beberapa fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intensif dalam beberapa waktu ke depan diantaranya kondisi aktifnya Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin di beberapa wilayah Indonesia termasuk wilayah NTB.

"Kondisi Monsoon Asia yang masih aktif dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di NTB dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 6 hingga 12 Februari 2023 di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.

"Waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang dan puting beliung," katanya.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment