Sahabat.com - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan bahwa harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai stabil setelah Idul Fitri 1444 Hijriah.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Kamis, mengatakan, hasil pantauan harga oleh tim Disdag selama dua hari (Rabu-Kamis, 26-27/4), menunjukkan harga kebutuhan pokok mulai stabil.
"Kondisi itu terjadi karena setelah lebaran, permintaan masyarakat berkurang sementara stok bahan pokok tercukupi," katanya.
Kondisi itu, lanjutnya, berbeda saat bulan Ramadhan dan H-1 Idul Fitri 1444 Hijriah, di mana kebutuhan masyarakat meningkat drastis hingga momen tersebut dimanfaatkan oleh pedagang kendati stok tercukupi.
"Tapi kenaikannya tetap kami pantau agar tidak melebihi batas toleransi sebesar 10 persen dari harga normal," katanya.
Berdasarkan daftar harga Kamis (29/4-2023) di Pasar Mandalika, Uun menyebutkan, sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga antara lain daging sapi murni turun menjadi Rp125.000 per kilogram dari Rp140.000-Rp145.000 per kilogram.
Kemudian harga ayam broiler dari Rp48.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga telur ayam broiler yang sebelumnya Rp2.500 per butir, sekarang Rp2.000 per butir.
Selain itu sejumlah komoditas pertanian juga ikut mengalami penurunan seperti cabai rawit sejak tanggal 24 April 2023 terus mengalami penurunan secara bertahap dari Rp40.000 per kilogram, turun menjadi Rp35.000 per kilogram, turun lagi Rp25.000 per kilogram, dan hari ini turun menjadi Rp23.000 per kilogram.
Begitu juga dengan cabai merah keriting dari harga Rp30.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram, dan cabai merah besar biasa dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram.
"Harga beras, gula pasir dan lainnya masih stabil yakni Rp9.500 per kilogram beras medium, dan gula pasir putih Rp14.000 per kilogram," katanya.
Uun mengatakan, untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pada H-1 Lebaran Ketupat yang akan dirayakan Sabtu (29/4-2023), pihaknya aktif turun melakukan pemantauan.
"Tujuannya untuk menjaga agar pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tercukupi dan terjangkau," katanya.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment