Gubernur Kepri Sebut Pembangunan Karang Singa Bisa Jadi Objek Wisata

28 Januari 2023 06:06
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad (FOTO ANTARA/Yude)

Sahabat.com - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan pembangunan infrastruktur di Karang Singa, gugusan karang Indonesia yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia di Selat Malaka bisa menjadi objek wisata alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam dan Bintan.

“Karena Karang Singa itu jaraknya hanya 3,7 mil dari Bintan, saya rasa itu bisa menjadi objek wisata alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Bintan atau ke Batam kalau sudah selesai pembangunannya,” katanya di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (28/1).

Ia mengatakan, proses pembangunan infrastruktur di Karang Singa itu sendiri pada tahun ini kembali dikerjakan.

“Pembangunan infrastruktur di Karang singa tahun ini dilanjutkan, tahun kemarin 2022 kami baru membangun pondasi. Saya sudah bertemu dengan Menteri Perhubungan, tahun ini segera mereka bangun,” katanya.

Gubernur berharap pembangunan infrastruktur itu dibangun dengan bagus sehingga dapat dikunjungi oleh wisatawan.

“Saya berharap itu dibangun bagus sekalian, seperti punya Singapura dan Malaysia. Sehingga bisa menjadi objek wisata alternatif,” kata Ansar Ahmad.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada tahun 2022 mengatakan, menargetkan pembangunan infrastruktur di Karang Singa, gugusan karang Indonesia yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia di Selat Malaka, dapat dimulai paling lambat 2023.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa, Tito menyampaikan gugusan karang Indonesia di wilayah perbatasan itu merupakan area yang strategis dan rentan dikuasai pihak asing sehingga pemerintah perlu membangun infrastruktur demi memperkuat kedaulatan NKRI di tempat tersebut.

Oleh karena itu, Mendagri pun meminta dukungan dari Komisi II DPR RI terkait rencana pembangunan infrastruktur di Gugusan Karang Singa.

"Mohon dukungan Bapak, Ibu sekalian supaya ini terbangun tahun ini, paling lambat tahun depan, sebelum nanti ada yang ngerjain (mengusik, red.) kita," katanya saat menyampaikan rencana kerja Kemendagri di Komisi II DPR RI.

Ia menegaskan pemerintah perlu memperkuat kedaulatan Indonesia di gugusan karang itu demi mengantisipasi ancaman pihak asing dan mencegah insiden Sipadan dan Ligitan kembali berulang.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment