Hampir 600 Kasus Gigitan Hewan di Banten, Kabar Baiknya Semua Negatif Rabies

08 Oktober 2026 12:26
Penulis: Beno Junianto, news
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di Sekretariat RW 09 Kelurahan Duren Sawit, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026). (ANTARA/HO-Sudin KPKP Jakarta Timur).

Sahabat.com - Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat hampir 600 kasus gigitan hewan sepanjang 2026. Meski jumlah kasus cukup tinggi, hasil pemeriksaan seluruh sampel dari kasus tersebut menunjukkan negatif rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Banten, Ari Mardiana, mengatakan jumlah kasus gigitan hewan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 700 kasus.

Menurut Ari, masyarakat perlu memahami bahwa gigitan maupun cakaran hewan tidak serta-merta berarti hewan tersebut terinfeksi atau menularkan rabies. Hewan, termasuk hewan peliharaan, dapat menggigit atau mencakar sebagai bentuk pertahanan ketika merasa terancam.

“Karena memang hewan dan hewan kesayangan itu kan sistem pertahanannya dengan menggigit dan mencakar,” kata Ari saat kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Gratis di Rumah Sakit Hewan Provinsi Banten, Jalan Raya Cilegon Km 04 Drangong, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

Terakhir Terjadi pada 2010

Dikutip dari akun Bantennews, Distan Banten juga mencatat bahwa kasus rabies pada hewan di wilayah tersebut terakhir ditemukan pada 2010. Sejak saat itu, pemerintah belum kembali menemukan kasus rabies pada hewan di Provinsi Banten.

Ari mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar 16 tahun. Pemerintah berharap Banten dapat terus mempertahankan kondisi bebas kasus rabies pada hewan.
“Kasus rabies pada hewan di Provinsi Banten terakhir kali terjadi pada tahun 2010. Sampai saat ini belum ada lagi dan kita berharap tidak akan pernah ada lagi,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu berhati-hati apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan. Penanganan luka dan pemeriksaan medis tetap penting dilakukan, terutama jika hewan yang menggigit tidak diketahui status vaksinasi atau kesehatannya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment