Sahabat.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengendalian perubahan iklim.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK, Agus Justianto mengatakan bumi menghadapi tiga tantangan yang saling terkait berupa perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.
"Di tengah krisis itu tidak ada pilihan lain selain bekerjasama. Menjadi panggilan kita semua untuk melakukan akselerasi aksi-aksi nyata memerangi tantangan tersebut," kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Agus menuturkan Indonesia terus berupaya untuk memimpin agenda pengendalian perubahan iklim.
Dokumen peningkatan kontribusi yang ditentukan secara nasional atau enhanced NDC berisi peningkatan target penurunan emisi Indonesia dari 29 persen menjadi 31,89 persen dengan kemampuan negara sendiri, dan dari 41 persen menjadi 43,20 persen dengan dukungan internasional.
Hal itu sejalan dengan aksi menjaga emisi karbon seimbang dimana emisi karbon yang diserap sama atau lebih besar dari emisi karbon yang dikeluarkan.
"Kondisi ini menjadi tujuan keberhasilan program pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dengan jargon Indonesia’s FOLU Net Sink 2030," ujar Agus.
Dia menjelaskan bahwa dasar pijakan utama dari Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah pengelolaan hutan lestari, tata kelola lingkungan, dan tata kelola karbon.
Sasaran yang ingin dicapai melalui implementasi rencana operasional FOLU Net Sink 2030, yaitu tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar minus 140 juta ton karbon dioksida pada tahun 2030.
Pada 6-9 Juli 2023, KLHK menggelar Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) di Surabaya, Jawa Timur. Pameran itu bertujuan mengedukasi masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi melalui berbagai aksi nyata penyelamatan lingkungan.
ICCEF 2023 merupakan rangkaian kegiatan menuju agenda internasional 28th Conference of the Parties United Nations Framework Convention on Climate Change (COP28 UNFCCC) tahun 2023 yang akan diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment