Menko PMK Pantau Penanganan Stunting di Kabupaten Ngawi

10 Februari 2023 12:14
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar dan jajaran ​​​​​​​saat kunjungan kerja dalam rangka memantau penanganan stunting di Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jatim, Jumat (10/2/2023). ANTARA/Louis Rika

Sahabat.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memantau penanganan kasus stunting di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

"Secara umum di Ngawi, khususnya di Desa Gempol, penanganan stunting sudah sangat bagus. Tahun 2021 sesuai hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting sudah mencapai 14,6 persen," ujar Menko Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja dalam rangka memantau capaian stunting di Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jumat sore.

Menko PMK mengapresiasi upaya Pemkab Ngawi untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya, di antaranya dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang diberikan kepada keluarga sasaran berupa ikan, telur, dan protein hewani lainnya yang berfungsi untuk penambahan gizi anak stunting.

Muhadjir menjelaskan pemerintah masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga di bawah 14 persen pada tahun 2024. Hal itu sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menko PMK mengatakan fokus penurunan stunting tidak hanya pada daerah-daerah yang saat ini masih memiliki angka stunting tinggi. Akan tetapi, pemerintah juga mendorong daerah-daerah lain yang kasus stuntingnya sudah baik dengan harapan penurunannya hingga mencapai nol stunting.

"Kami optimistis akan semakin banyak daerah atau kabupaten/kota yang berhasil menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen. Dengan demikian, kasus stunting secara nasional dapat ditekan," kata Muhadjir.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan untuk semakin menurunkan angka stunting di Kabupaten Ngawi, pihaknya sudah membentuk tim dari berbagai OPD terkait.

Upaya yang dilakukan di antaranya pemberian ayam petelur ke keluarga sasaran, dengan harapan ayam bantuan tersebut dapat bertelur yang digunakan untuk sumber pangan protein hewani bagi balita sasaran stunting.

"Pemkab Ngawi juga intensif melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan stunting melalui puskesmas, posyandu, dan tempat layanan kesehatan umum lainnya," kata Ony.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment