Pemkab Bogor Kembali Wisuda 165 Perangkat Desa di IPB University

09 Februari 2023 02:29
Penulis: Alber Laia, news
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam wisuda peserta Sekolah Pemerintahan Desa di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2023). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor)

Sahabat.com - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali mewisuda 165 perangkat desa di Institut Pertanian Bogor (IPB) University, yang merupakan program Sekolah Pemerintahan Desa 2022.

"Ini upaya kita untuk mempercepat pembangunan desa, dengan ilmu yang mereka dapat melalui program Sekolah Pemerintahan Desa ini," kata Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat hadir dalam wisuda di Bogor, Rabu.

Sekolah Pemerintahan Desa yang melibatkan 55 desa itu pesertanya terdiri dari 165 orang, yaitu 55 kepala desa, 55 operator spasial, dan 55 operator sosial.

Program yang sudah berjalan di tahun kedua ini dimulai sejak Oktober 2022 hingga akhir 2022 di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Iwan menyebutkan, Bogor menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki program Sekolah Pemerintahan Desa dengan menggandeng IPB University.

"Kades dan apartur desa bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan, untuk mengidentifikasi permasalahan seperti stunting, kemiskinan, RTLH dan lainnya. Jadi ada data presisi yang akan dihasilkan dan diarahkan untuk menangani permasalahan yang ada," papar Iwan.

Program Sekolah Pemerintahan Desa ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Pemkab Bogor. Program tersebut pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021 dengan jumlah 120 peserta, terdiri dari 40 kepala desa, 40 operator spasial, dan 40 operator sosial.

Sementara, Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan bahwa tonggak kemajuan Kabupaten Bogor terletak pada kemajuan desa. Maka menurutnya sumber daya manusia aparatur desa ini mutlak untuk menjadi pilar utama dalam pembangunan desa.

"Data desa yang baik akan menjadi dasar bagi perencanaan desa yang baik, perencanaan desa yang baik jadi perencanaan kecamatan yang baik, pada akhirnya kalau data desa yang baik akan meningkatkan akurasi data nasional sehingga perencanaan nasional semakin baik," terang Prof Arif.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment