Pemkab Solok Selatan Susun Rencana Penanggulangan Bencana

27 Februari 2023 08:18
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Warga Unit Permukiman Transmigrasi Dusun Tangah, Kec. Sangir Batanghari, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat membersihkan peralatan rumah tangga yang terdampak banjir. ANTARA/HO-Wali Nagari Dusun Tangah

Sahabat.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan membuat dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) agar upaya-upaya penanggulangan bencana lebih terencana, terarah, dan terintegrasi.

"Saat ini masih dalam proses asistensi dengan BNPB, bahkan mulai dari kelompok kerja dan RAB kita sudah asistensi dengan BNPB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Novi Hendrix di Padang Aro, Senin.

Setelah BNPB memberikan rekomendasi, katanya maka pelelangan baru bisa dimulai. "Pengerjaannya secara kontrak, kita tunjuk konsultan perencanaan," ujarnya.

Saat pelaksanaan penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana, katanya, akan dilakukan dua kali konsultasi yang dilakukan dengan masyarakat atau stakeholder.

"Setelah konsultasi, kemudian kita lakukan asistensi kembali dengan BNPB untuk merekomendasikan dokumen RPB yang dibuat," ujarnya.

Ia menyebutkan bentuk keterlibatan masyarakat, dilakukan mulai dari penjaringan isu, pemberian tanggapan dan hasil.

"Nanti hasilnya kita seminarkan benar atau sesuai tidak dokumentasi yang kita susun," katanya.

Solok Selatan, daerah pemekaran Kabupaten Solok, memiliki banyak perbukitan yang rawan dengan pergerakan tanah.

Kabupaten yang memiliki pagar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu dialiri puluhan sungai besar dan kecil sehingga memiliki ancaman bencana hidrometeorologi.

Sebagai upaya pencegahan bencana banjir, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V telah melakukan normalisasi Sungai Batang Suliti serta pelebaran tempuran sungai antara Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Bangko.

Penyempitan Sungai Batang Bangko dan Batang Suliti menyebabkan Kampung Tarandam, Nagari Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, menjadi daerah langganan banjir saat terjadi hujan deras.

Salah satu kecamatan di kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi, ini berada di kaki Gunung Kerinci, yang berpotensi mendapat ancaman dari erupsi gunung api aktif tertinggi di Asean ini.

Solok Selatan juga memiliki potensi bencana gempa bumi karena dilintasi Segmen Sesar Suliti dengan ujung utara segmen berada pada Danau Diatas dan Danau Di bawah di Kabupaten Solok. Sesar ini menelusuri lembah Sungai Suliti ke tenggara hingga anak-anak Sungai Liki di barat laut Gunung Kerinci.

"Hanya tsunami yang tidak ada di Solok Selatan karena tidak memiliki laut," ujar Novi.

Rencana Penanggulangan Bencana ini, katanya akan menjadi acuan dalam penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, transisi darurat ke pemulihan hingga ke rehabilitasi dan rekonstruksi.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment