Pemkab: Solok Selatan Terima Bantuan Benih Padi untuk 1.300 Hektare

07 Februari 2023 13:31
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Seorang petani di Kabupaten Solok Selatan mencabut benih untuk dipindahkan ke aera tanam sawah (ANTARA/Erik)

Sahabat.com - Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan menyebutkan petani di daerah itu mendapat bantuan benih padi bersertifikat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk lahan seluas 1.300 hektare guna meningkatkan produksi padi pada 2023.

"Selain bantuan dari Provinsi, kami juga memiliki program berupa demplot untuk 10 hektare lahan guna meningkatkan produksi padi pada 2023," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Yuhendri di Padang Aro, Selasa.

Dia menjelaskan Pemkab Solok Selatan diberi target produksi padi oleh Pemprov Sumbar sebanyak 105.170 ton pada 2023, tetapi kemampuan daerah hanya separuhnya sehingga butuh evaluasi kembali.

Pada 2022, katanya, produksi padi Solok Selatan sebanyak 50.487, 43 ton dengan luas tanam 15.028 hektare dan luas panen 12.047,91 hektare dengan produktivitas 4,20 ton per hektare.

Produksi padi Solok Selatan pada 2022 paling tinggi pada Februari yaitu 8.732 ton dan paling rendah terjadi pada September yaitu 1.224 ton.

Sedangkan untuk luas tanam Solok Selatan paling besar di Kecamatan Sangir dengan 4.536 hektare dan paling sedikit di Kecamatan Sangir Balai Janggo yang hanya 43 hektare.

Menurut dia, teknologi petani di Solok Selatan sudah cukup baik akan tetapi sering terkendala dengan keterbatasan pupuk sebab belum semua petani masuk dalam RDKK.

Oleh sebab itu katanya, kalau ada bantuan kepada petani seperti dari pokok pikiran DPRD sebaiknya dialokasikan untuk pupuk.

"Belum semua petani masuk dalam RDKK sehingga belum tercakup oleh pupuk bersubsidi sehingga lebih baik bantuan berupa pupuk," ujarnya.

Dia mengatakan, petani di Solok Selatan lebih cenderung menanam padi kualitas premium dengan usia lama sehingga mempengaruhi indeks penanaman.

"Kami sudah mengembangkan 12 varietas lokal untuk dibudidayakan tetapi petani cenderung dengan padi kualitas premium yang usianya lama sebab harga jualnya lebih tinggi," ujarnya.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment