Sahabat.com - Pemerintah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mencanangkan program 1.000 hari pertama kehidupan sebagai upaya untuk menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut.
Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso di Sorong, Selasa menyebut pencanangan program 1.000 hari pertama kehidupan merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi sekaligus meminimalisasi terjadinya kasus stunting di wilayah setempat.
"Kasus stunting semakin tinggi karena minimnya perhatian dan asupan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan seorang balita. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sorong perlu menyikapi kondisi ini dengan mencanangkan program 1.000 hari pertama kehidupan," katanya.
Dalam waktu dekat, katanya, Pemkab Sorong menerbitkan peraturan bupati terkait dukungan prioritas bagi anak-anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan mereka.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Barat itu mengatakan kualitas kehidupan seseorang di masa depan sangat ditentukan oleh kondisi saat 1.000 hari pertama kehidupannya dimulai.
Tidak hanya kepada bayi, perhatian dari pemerintah setempat untuk mencegah stunting juga diberikan kepada para perempuan calon kandidat siap nikah, ibu hamil, dan ibu melahirkan.
"Sejak bayi masih dalam kandungan ibu mesti mendapatkan asupan gizi maksimal, karena itu akan menjadi penentu masa pertumbuhan anak ke depan," jelas Mosso.
Melalui Perbup yang akan diterbitkan itu, Mosso mengaku akan mewajibkan setiap ibu hamil agar melahirkan hari pertama sampai enam bulan untuk memberikan air susu ibu (asi) eksklusif kepada putra-putrinya.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment