Pemkot Tanjungpinang Bantah Angka Kemiskinan Ekstrem 3.000 Orang

06 Juli 2023 06:44
Penulis: Alber Laia, news
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah. ANTARA/Ogen

Sahabat.com - Pemerintah Kota Tanjungpinang di Provinsi Kepulauan Riau membantah data kemiskinan ekstrem di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur yang dilaporkan mencapai 3.000 orang.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah di Tanjung Pinang, Rabu mengatakan berdasarkan hasil verifikasi faktual dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dilakukan di tingkat Kecamatan Tanjungpinang Timur, ternyata jumlah kemiskinan di daerah itu hanya 109 orang.

"Jadi, tidak ada kemiskinan ekstrem yang sampai 3.000 orang di Kecamatan Tanjungpinang Timur," ucapnya.

Endang mengapresiasi kinerja pihak Kecamatan Tanjungpinang Timur yang telah menggelar musyawarah tingkat kecamatan guna membuktikan hasil verifikasi dan validasi kemiskinan ekstrem BKKBN.

Ia juga berterima kasih kepada staf kecamatan, kelurahan dan forum RT/RW atas kinerja yang dilakukan untuk mendata seluruh warganya.

"Pada musyawarah tingkat Kota Tanjungpinang nanti, akan ketahuan data kemiskinan dari kecamatan lain," jelas Endang.

Endang berharap kemiskinan ekstrem harus lebih diperhatikan lagi di masing-masing kecamatan. Pertama adalah memperkuat program pendampingan serta pemberian bantuan berupa sembako hingga fasilitas berusaha.

"Bantuan sembako tetap kita berikan sesuai keahliannya. Kemudian dilakukan pendampingan bantuan usaha agar bisa berjalan dan terus dikawal," ucapnya.

Endang menambahkan angka kemiskinan di Tanjungpinang saat ini telah mengalami penurunan dari tujuh persen menjadi dua persen.

Sementara itu, Camat Tanjungpinang Timur, Saparillis, mengatakan di wilayah Tanjungpinang Timur terdapat lima kelurahan dengan jumlah kemiskinan hanya terdapat 109 orang. Data tersebut didapatkan dari hasil survei pihak RT dan RW.

Tanjungpinang Timur memang menjadi perhatian terkait tingkat kemiskinan ekstrem, karena sebaran penduduknya paling besar dibanding tiga kecamatan lainnya di Kota Tanjungpinang.

"Masuk kategori kemiskinan dilihat dari segi fisik dengan kondisi sudah tidak lagi bisa bekerja, tidak memiliki pekerjaan tetap, kalaupun ada pekerjaan hasilnya sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup," kata Saparillis.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment