Sahabat.com - Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan yang menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan kegiatan program "Stop Stunting" itu mengatakan tim pendamping gizi yang disebar telah berkontribusi karena mampu menurunkan angka prevalensi stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Pinrang drg. Dyah Puspita Dewi melalui keterangannya diterima di Makassar, Rabu, mengatakan angka prevalensi stunting untuk tahun 2022 berada pada angka 20,9 persen menurut data SSGI dan pada angka 8,23 persen data E-PPGBM.
"Kalau melihat data kumulatif itu di tahun 2022 kita sudah di angka 20,9 persen. Sebelumnya 24,5 persen di tahun 2021. Penurunannya cukup besar dan ini tahun pun kita upayakan lagi," ujarnya.
Dia menyebutkan Kabupaten Pinrang sendiri berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 tercatat prevalensi stunting mencapai 43,6 persen.
Pada 2019 turun menjadi 27,6 persen menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) dan 24,5 persen di 2021 berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Pada 2022 turun menjadi 20,9 persen.
Pada kegiatan monev yang dilaksanakannya itu turut hadir Tim Aksi Stop Stuntingserta tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
Kadinkes Pinrang itu menyampaikan apresiasinya kepada para tenaga pendamping gizi yang telah bertugas selama enam bulan pada 2023 ini untuk memberikan edukasi pendampingan gizi melalui program aksi stop stunting pada wilayah masing-masing.
Dyah menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang.
Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin, hal ini dimaksudkan untuk membebaskan setiap anak Indonesia dari risiko terhambatnya perkembangan otak yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.
Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan penyelenggaraan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas.
"Untuk mencapai keterpaduan tersebut diperlukan penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian kegiatan lintas sektor serta antartingkatan pemerintahan dan masyarakat," katanya.
Selain diisi dengan penyampaian progres dan hasil pendampingan gizi oleh masing-masing tenaga pendamping, juga diisi dengan pemberian materi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Pinrang dan Kepala Bidang PPM Bappelitbangda Pinrang.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan kartu identitas, buku saku rumah gizi, petunjuk teknis dan sertifikat bagi para pendamping gizi serta diisi dengan forum grup diskusi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment