Sahabat.com - Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau (TPID Kepri) menyerahkan 10.000 bibit cabai merah kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.
Penyerahan bibit itu sebagai upaya mewujudkan implementasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), kata Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri Suryono dalam keterangan yang diterima di Batam, Kamis.
Ia berharap, setiap keluarga bisa merawat tanaman cabe sampai panen sehingga kebutuhan cabe untuk keluarga bisa terpenuhi.
Menurut Suryono, selain upaya antisipasi inflasi di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), program kerja TPID ke depan juga ditujukan untuk memperkuat struktur ketahanan pangan Kepulauan Riau dengan peningkatan sarana dan prasarana produksi bahan pangan.
"Program itu dilaksanakan di wilayah perkotaan melalui gerakan tanam pangan di pekarangan dan di sentra produksi pangan," ujar dia.
Ia mengatakan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023, pihaknya telah melaksanakan operasi pasar murah di 50 titik di Provinsi Kepri yang berkolaborasi dengan produsen bahan pangan termasuk kelompok tani dan nelayan, distributor, Bulog, BUMD serta instansi dan lembaga untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
"Selain itu, kerja sama antardaerah di Provinsi Kepulauan Riau juga terus didorong, antara lain dengan mengoptimalkan sentra produksi cabai di Kabupaten Karimun untuk menambah pasokan ke Kota Batam dan Kota Tanjungpinang," ujar Suryono
Ia menjelaskan pemantauan pasokan, harga dan kualitas pangan juga dilakukan secara intensif oleh TPID bersama Satgas Pangan, termasuk melaksanakan inspeksi mendadak ke pasar bersama dengan Forkopimda di beberapa pasar di Kepulauan Riau menjelang Idul Fitri.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 Kota di Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang pada April 2023 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (mtm).
Inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode Idul Fitri tahun 2022 yang tercatat sebesar 0,81 persen (mtm).
"Inflasi pada bulan April 2023 terutama didorong oleh kelompok transportasi khususnya peningkatan tarif angkutan udara sejalan dengan permintaan yang tinggi untuk mudik Idul Fitri," ujar dia.
"Selain itu, inflasi juga bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan peningkatan harga emas global," kata Suryono.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment