Sahabat.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi pelayanan kelurahan yang saat ini ditempatkan di sejumlah Balai Rukun Warga (RW) secara acak, Selasa.
"Saya inginnya penanggung jawab di Balai RW ini itu, bukan hanya duduk ngurusi adminduk, kemudian pulang. Makannya saya kan sudah bilang, pegawai negeri tidak usah di kantor, kalau bisa turun di balai RW, jangan hanya adminduknya saja yang berjalan, tapi yang lainnya juga," kata Cak Eri panggilan lekatnya.
Inspeksi kali ini bertujuan untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) berjalan maksimal dan melihat sejauh mana proses pembenahan Balai RW.
Dengan menggunakan motor Vespa, Cak Eri yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya M. Fikser menghampiri salah satu balai RW di Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari.
Setibanya di Balai RW 10, Kelurahan Pacar Keling, Cak Eri menghampiri salah satu petugas kelurahan yang berada di tempat. Di lokasi, ia berbincang dengan petugas kelurahan yang saat itu berjaga bersama Kader Surabaya Hebat (KSH). Sesekali dirinya juga menanyakan jumlah warga miskin, balita stunting, hingga soal gizi buruk yang ada di Kelurahan Pacar Keling.
Tak lama kemudian Camat Tambaksari Yudi Eko Handono hadir mendampingi Wali Kota Eri. Ia meminta untuk terus mengupdate warganya yang miskin, stunting, gizi buruk, hingga anak putus sekolah di balai RW.
"Tolong nanti Pak Camat dan Bu Lurah jumlah stunting, gizi buruk, warga miskin itu datanya tempelkan didinding. Biar tahu, warganya yang belum tertangani dan itu nanti menjadi target panjenengan," kata Cak Eri.
Selanjutnya, Wali Kota Eri melanjutkan perjalanan menuju ke Balai RW XI Wonokusumo Bakti Timur 14, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Sesampainya di lokasi, ia mendapati pelayanan di balai RW tersebut tutup. Tak lama kemudian dirinya memanggil Lurah Wonokusumo Bram Bennito.
Begitu pula di balai RW XI, Kelurahan Wonokusumo, Cak Eri meminta lurah untuk memaksimalkan tempat tersebut untuk rembuk bersama dan melayani warga.
"Kalau bisa itu lungguh bareng (duduk bersama), ngopi sama Pak RT dan Pak RW, rembuk bersama bahas kemiskinan ini biar turun menjadi berapa, stuntingnya berapa. Jadi, menurunkan kemiskinan itu nanti gimana, menurunkan stunting gimana," ujar Cak Eri.
Menurutnya, tugas petugas pendamping RW buka hanya bertugas mendata administrasi kependudukan (adminduk) saja. Akan tetapi, pendamping kelurahan di balai RW juga harus bisa berdiskusi bersama warga, kemudian menargetkan penurunan kemiskinan, stunting, gizi buruk di wilayahnya.
Cak Eri berharap bukan hanya pegawai negeri yang bertugas di kelurahan saja yang turun di balai RW, namun juga petugas puskesmas, dinas, dan sebagainya.
"Petugas dari Dispendukcapil harus ada, puskesmas ada, dari Dinkes juga harus ada di kelurahan ini. Maka dari itu, harus turun bukan hanya di kantor," ucapnya.
Cak Eri menambahkan pihaknya ingin pengerjaan balai RW yang kondisinya sudah tidak layak untuk segera dikerjakan dan dilakukan perbaikan. Ia ingin semua perbaikan balai RW di Surabaya bisa selesai pada akhir Mei 2023.
"Saya sudah perintahkan semuanya, balai RW itu dikerjakan dan diperbaiki. Baik itu yang berdiri di tanah pemkot maupun bukan, kalau itu berdiri di tanah pemkot bisa masuk ke dana belanja modal, kalau bukan tanah pemkot, masuk ke dana belanja barang dan jasa. Saya kaget, ternyata belum dikerjakan sama sekali, padahal sudah diperintahkan sejak Februari," katanya.(Ant)
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment