Sahabat.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan mata ajar Pendidikan Moral Pancasila (PMP) perlu didesain ulang melalui perpaduan dengan program revolusi mental agar membentuk moral bangsa Indonesia di masa depan.
"Moral Pancasila harus terus diajarkan, namun bentuknya seperti apa? Jangan sampai seperti dulu doktriner," kata dia dalam konferensi pers setelah berdialog dengan tokoh olahraga di Stadion Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu.
Ia mengatakan mata ajar Pendidikan Pancasila menanamkan integritas nasionalisme yang kuat karena diajarkan sejak pelajar berusia anak-anak.
Menurut dia, PMP juga perlu dipadukan dengan program lain, yaitu revolusi mental agar dapat membentuk moral masyarakat Indonesia di masa depan.
Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Inovasi (Kemendikbudristek) untuk mengaktifkan kembali mata pelajaran PMP di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menyebut dorongan tersebut untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti para pelajar agar tidak melakukan perundungan dan kekerasan.(Ant)
0 Komentar
PWI dan Laskar Sabilillah Ajak Rakyat Bersatu, Tolak Semua Provokasi!
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Wakapolri Tegaskan Tidak Ada Instruksi Video Testimoni Rektor
Leave a comment