Kasus Terus Bertambah, Pasien Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan

08 November 2023 12:03
Penulis: Ramses Manurung, news
Vaksin cacar monyet/ist

Sahabat.com-Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus bertambah. Kementerian Kesehatan RI mencatat per Selasa (7/11/2023), terdapat total 35 kasus Mpox yang terkonfirmasi sejak 13 Oktober 2023.

Apakah pasien cacar monyet ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan pasien cacar monyet yang dirawat di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS maka biayanya akan ditanggung oleh BPJS.

"Kalau ada peserta BPJS yang terkena cacar monyet masuk rumah sakit dan perlu diobati baru BPJS akan membayari dan menjamin," kata Ghufron Mukti, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Gufron menjelaskan,  BPJS Kesehatan akan menanggung biaya ketika orang tersebut terkena penyakitnya. Bukan terkait dengan deteksi dini, konsultasi ke dokter dan obat-obatan.

"Di cover, tapi bukan public health nya ya. Jadi terliat dengan bagaimana dokter, obat, faskes itu bukan tanggung jawab BPJS," katanya.

Baca juga: IDI: Cacar Monyet tak Perlu Terlalu ditakuti

Sebelumnya, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpDVE menyampaikan bahwa penyakit cacar monyet ini tidak boleh disepelekan. Sebab, penyebaran cacar monyet ternyata bukan hanya menular dari kontak seksual dan sentuhan kulit saja tetapi juga melalui droplet. Hal ini sama seperti Covid-19.

"Beberapa laporan ternyata mengidentifikasi ada lesi di sekitar rongga mulut, kemudian tonsil, atau area bagian dalam mulut kita itu juga terinfeksi dan ada lesinya.," ungkap dr Hanny dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/11/2023).

"Sehingga saat pasien melakukan komunikasi yang sangat dekat dengan waktu yang relatif sangat lama, dan kemudian dropletnya bisa menular dan mengandung virus. Sehingga tidak menjadi hal prioritas untuk menggunakan masker. Tapi masih dianjurkan," imbuhnya.

Namun, kata dr Hanny penyakit cacar monyet penularannya tidak secepat virus Covid-19. Dengan demikian Mpox tak akan mewabah sebesar COVID-19.

"COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, kemudian melakukan inhalasi. Tapi mpox ini menyebar dari orang ke orang memerlukan media, jadi harus berkontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus," ujar dr Hanny, mengutip okezonecom.

"Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia," lanjutnya.

 

 

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment