Sahabat.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran masker, penyediaan alat bantu oksigen, hingga penguatan layanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @kemenkes_ri, Kemenkes menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Bantuan tersebut disertai oxygen concentrator atau alat pemekat oksigen serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan medis, puskesmas juga menyiapkan layanan rumah oksigen. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan oksigen sesuai indikasi medis di tengah kondisi kabut asap.
Kemenkes turut mendorong pelaksanaan kunjungan Posyandu ke rumah warga agar pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat meskipun aktivitas di luar ruangan terganggu oleh kabut asap.
Kabut asap akibat karhutla dapat mengandung partikel halus dan berbagai zat pencemar yang berisiko mengganggu kesehatan. Paparan asap dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit pernapasan maupun gangguan jantung.
Dalam situasi tersebut, keberadaan puskesmas menjadi penting untuk membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan. Penyiapan rumah oksigen, ketersediaan alat pemekat oksigen, dan obat-obatan merupakan bagian dari dukungan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Meski demikian, penggunaan oksigen harus berdasarkan penilaian tenaga medis dan sesuai kebutuhan pasien. Oxygen concentrator bukan pengganti upaya pengendalian sumber pencemaran maupun perlindungan dari paparan asap.
Sementara itu, kunjungan Posyandu ke rumah warga menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan dasar. Langkah ini penting bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan ketika kondisi lingkungan tidak mendukung aktivitas di luar rumah.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Anak-anak memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang, sedangkan lansia dan orang dengan penyakit tertentu dapat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. Ibu hamil juga perlu mengurangi paparan asap untuk menjaga kesehatan dirinya dan kehamilan.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap. Penggunaan masker tidak sepenuhnya menghilangkan risiko paparan, sehingga membatasi waktu di luar ruangan tetap penting.
Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela saat asap pekat masuk ke lingkungan rumah, menjaga kebersihan udara dalam ruangan, serta mengikuti informasi kualitas udara dan arahan dari otoritas setempat.
Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala berat lainnya, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan, terutama jika gejala dialami anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan penyakit penyerta.
Upaya penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Penyaluran masker, penyediaan oxygen concentrator dan obat-obatan, serta layanan rumah oksigen dan kunjungan Posyandu diharapkan membantu masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan akses pelayanan kesehatan selama kabut asap berlangsung.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan dan memberikan perhatian kepada orang-orang terdekat, khususnya kelompok rentan. Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengurangi paparan asap, dan segera mencari pertolongan ketika muncul gejala gangguan kesehatan, risiko dampak kabut asap diharapkan dapat diminimalkan.
0 Komentar
Rumah Oksigen dan Masker untuk Warga Terdampak Karhutla
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Leave a comment