Sahabat.com - Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang terbentuk sejak bayi masih dalam kandungan. Tingkat keparahannya beragam, mulai dari kondisi yang tidak menimbulkan gejala berarti hingga kelainan kritis yang membutuhkan penanganan medis segera setelah lahir.
Deteksi dini menjadi langkah penting karena tidak semua kelainan jantung dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan fisik. Salah satu metode skrining pada bayi baru lahir adalah oksimetri nadi (pulse oximetry), pemeriksaan sederhana tanpa rasa sakit untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
Skrining umumnya dilakukan setelah bayi berusia setidaknya 24 jam atau sebelum pulang dari fasilitas kesehatan, sesuai protokol yang berlaku. Jika hasilnya menunjukkan kelainan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti ekokardiografi atau USG jantung, untuk memastikan diagnosis.
Orang Tua Perlu Mengenali Gejalanya
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain: Bibir, kulit, atau kuku tampak kebiruan lalu napas cepat atau bayi kesulitan bernapas, bayi sulit menyusu atau mudah lelah saat menyusu, keringat berlebihan saat menyusu dan bayi tampak sangat lemas atau pertumbuhannya tidak optimal.
Jika bayi mengalami kesulitan bernapas, tampak kebiruan, atau sangat lemas, segera cari pertolongan medis darurat.
Risiko PJB juga perlu mendapat perhatian selama kehamilan, terutama jika terdapat riwayat penyakit jantung bawaan dalam keluarga, diabetes pada ibu, atau temuan mencurigakan pada pemeriksaan USG janin. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan jantung janin sesuai indikasi.
Jangan Abaikan Skrining Setelah Bayi Lahir
Hasil skrining yang tidak normal belum tentu berarti bayi menderita PJB, tetapi memerlukan evaluasi lebih lanjut. Sebaliknya, hasil skrining normal juga tidak dapat menyingkirkan semua jenis kelainan jantung bawaan.
Karena itu, orang tua disarankan memastikan bayi menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal, menanyakan skrining PJB kritis kepada tenaga kesehatan, serta segera memeriksakan bayi jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Deteksi dan penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serius serta meningkatkan peluang bayi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sumber: kemkes.go.id
0 Komentar
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Tokoh Adat Ungkap Kedekatan PLN dengan Masyarakat di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
PLN UIP Nusra Kembangkan Berbagai Sektor Potensial di Sekitar Kawasan Pengembangan PLTP Ulumbu
Polda Metro Jaya Tangkap Kekasih Artis Tamara Tyasmara
Tanggul wulan Jebol, Jalur Pantura-kudus Terputus
Leave a comment