Sahabat.com-Pemerintah Israel harus menjalani perang lebih lama dengan pejuang Hamas. Hingga memasuki waktu 100 hari atau tiga bulan, Israel mengakui Hamas belum dikalahkan dalam pertempuran di Jalur Gaza.
“Masih terlalu dini untuk membicarakan hari berikutnya setelah Hamas karena kelompok tersebut belum dikalahkan,” kata Tzachi Hanegbi, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat berbicara kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel, Rabu (17/1/2024).
Diketahui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, tidak ada hal yang bisa menghentikan negaranya dalam memerangi Hamas di Jalur Gaza. Netanyahu menegaskan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang berbasis di Den Haag, Belanda, juga tidak akan menghentikan misi Israel.
“Tidak ada seorang pun yang akan menghentikan kami, baik Den Haag, Poros Kejahatan, dan tidak ada orang lain. Hal ini (perang di Gaza-red) mungkin dan perlu untuk dilanjutkan sampai kemenangan, dan kami akan melakukannya,” kata Netanyahu.
Baca juga: Kejahatan Genosida Israel di Gaza, 50 Pengacara Afrika Selatan Gugat AS dan Inggris
Netanyahu mengklaim serangan militer Israel di Gaza telah melenyapkan sebagian besar batalyon Hamas di Gaza. Menurut data yang dirilis militer Israel, sebanyak 529 tentaranya telah tewas dalam pertempuran melawan Hamas di Gaza. Sementara itu, situs berita Ibrani, Walla, dalam laporannya pekan lalu mengungkapkan bahwa sebanyak 4.000 tentara Israel telah mengalami kecacatan sejak pecahnya perang melawan Hamas di Jalur Gaza pada Oktober 2023, mengutip republikacoid.
Walla mengungkapkan, serangan dan operasi infiltrasi Hamas pada 7 Oktober 2023 telah menyebabkan Israel terlibat dalam perang yang belum pernah dialami sebelumnya. Dalam konteks ini yakni terkait jumlah tentara yang terluka dan terluka sangat parah.
“Berkat pengabdian dan perawatan berkualitas tinggi yang diberikan oleh tim penyelamat dan tim medis, mereka yang mengalami luka parah dapat bertahan hidup,” kata Walla.
0 Komentar
Komitmen Cikarang Listrindo Terhadap Keberlanjutan Aspek Lingkungan
Krisis Kemanusiaan Menghantam 3 Juta Anak di Republik Afrika Tengah
300 Ribu Anak Mengungsi, Dampak Kekerasan Geng Haiti
Malaysia Dukung Indonesia Ajukan Jalur Rempah Jadi Warisan Dunia UNESCO
Ditjen Imigrasi Tetapkan Wilayah Koordinasi bagi Petugas Imigrasi di Perwakilan RI
Meninggal Dunia, Pria Tergemuk di Inggris Dievakuasi 6 Unit Damkar
Diserang Ransomware, 18 Rumah Sakit di Rumania Lumpuh
Leave a comment