Sahabat.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyebutkan dampak dari fenomena El Nino di Kepulauan Riau (Kepri) tidak terlalu signifikan.
"Untuk El Nino, dampaknya di wilayah Kepri ini tidak terlalu signifikan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Suratman saat dihubungi di Batam, Selasa.
Hal itu, lanjut dia, karena wilayah Kepri sebagian besar berada di wilayah khatulistiwa. "Jadi yang dominan di wilayah Kepri itu, faktor lokal. Misalnya, adanya siklon tropis di sekitar Laut Natuna Utara, atau tekanan di sekitar Pulau Kalimantan, atau mungkin dari daratan Sumatera," ucap Suratman.
Contohnya saja, kata dia, beberapa wilayah di Indonesia saat ini sudah mulai mengalami kekeringan, namun di Kepri masih sering mengalami hujan sedang hingga deras.
Dia menyebutkan bahkan di dua daerah di Kepri yaitu Natuna dan Anambas memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
"Seperti yang dirasakan saat ini, jarak satu hari atau dua hari ada hujan deras. Habis itu besoknya kering, terus tidak lama hujan lagi. Ya seperti itulah siklusnya di Kepri, tidak menentu. Kepri itu tidak mengenal musim kemarau. Rentang jarak antara kering dan hujannya itu pendek," kata Suratman.
Namun, kata dia, sebagai antisipasi pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri terkait fenomena El Nino ini.
"Kami juga mempunyai tim khusus untuk peringatan dini untuk mengantisipasi dampak El Nino," ujar Suratman.(Ant)
0 Komentar
Jangan Ragu Manfaatkan USG Payudara Gratis di Puskesmas
Tren Downgrade Lifestyle Makin Ramai, Masyarakat Pilih Hidup Lebih Hemat
Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
Rumah Oksigen dan Masker untuk Warga Terdampak Karhutla
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Leave a comment