Sahabat.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, diperkirakan diresmikan pada Oktober 2024.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP DIY Catur Nur Amin di Yogyakarta, Rabu, mengatakan peresmian pelabuhan yang semula direncanakan pada triwulan II-2024 harus mundur karena di area kolam masih ditemukan sisa-sisa peledakan batuan keras.
"Rencananya kan (diresmikan) triwulan II, tapi kami melihat masih banyak material hasil peledakan itu masuk ke kolam," ujar dia.
Hingga saat ini, kontraktor yang mengerjakan pembangunan pelabuhan ikan terbesar kedua di Gunungkidul itu masih melakukan pengerukan sisa ledakan batuan yang dapat memicu pendangkalan kolam pelabuhan.
Teknik peledakan (blasting) sebelumnya digunakan untuk mempercepat proses pengerukan kolam karena dijumpai kendala berupa kerasnya bebatuan di lokasi.
Menurut dia, sisa-sisa hasil peledakan (blasting) batuan itu kembali memasuki area kolam pelabuhan lantaran terkena gelombang dan terbawa arus. "Sehingga biar nanti saat diresmikan Pak Gubernur (Sultan HB X) sudah benar-benar bagus dan sudah bersih. Kemungkinan awal Oktober 2024 baru bisa diresmikan," ujar dia.
Meski masih melanjutkan proses pengerukan kolam, Catur memastikan pembangunan seluruh infrastruktur di daratan seperti gedung perkantoran sudah tuntas.
"Perkantoran sudah selesai, bahkan sudah ada fasilitas meja dan kursi untuk karyawan," kata dia.
Kepala DKP DIY Bayu Mukti Sasongka menjelaskan pembangunan PPI Gesing yang telah dimulai sejak awal 2022 itu dibiayai menggunakan dana keistimewaan (Danais) mencapai Rp152.486.220.000.
Pelabuhan yang digadang-gadang menjadi "Tourism Fishing Port" atau pelabuhan perikanan berbasis pariwisata itu diperkirakan mampu menampung hingga 40 kapal berkapasitas 10-30 grosston (GT) serta 100 unit kapal motor tempel.
Saat resmi beroperasi, DKP DIY menargetkan pelabuhan itu kelak mampu menyumbang 5.000 ton ikan tangkap per tahun di DIY.(Ant)
0 Komentar
Jangan Ragu Manfaatkan USG Payudara Gratis di Puskesmas
Tren Downgrade Lifestyle Makin Ramai, Masyarakat Pilih Hidup Lebih Hemat
Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
Rumah Oksigen dan Masker untuk Warga Terdampak Karhutla
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Leave a comment