Sahabat.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengembangkan budidaya lobster air tawar untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya sekaligus menjaga kelestarian lobster.
"Budidaya lobster di air tawar ini sudah kami coba, salah satunya di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan saat ini diperbolehkan untuk membudidayakan lobster, tetapi benih bening lobster tidak boleh keluar dari daerah asal, harus tetap di daerah hasil tangkapan. Jika ingin dibawa keluar untuk keperluan penelitian harus ada surat keterangan asal (SKA) benih bening lobster.
Dia menjelaskan budidaya lobster air tawar selain dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, juga telah coba dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan serta nelayan binaan dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA).
"Budidaya lobster ini dicoba di kelompok nelayan budidaya dan dilakukan di keramba jaring apung yang ada di Teluk Semangka, di perairan dekat Bandarlampung dan, Bengkunat di Kabupaten Pesisir Barat. Yang dibudidayakan ini juga semua ada aturannya, untuk pendederan pertama benih bening lobster ukurannya harus 5 gram," ucapnya.
Kemudian untuk pendederan level dua ukuran benih bening lobster harus 5 gram sampai 30 gram, dan untuk pembesaran level pertama ukuran benih bening lobster harus lebih dari 30 gram sampai 150 gram, sedangkan pembesaran tingkat dua harus di atas 150 gram dan tidak boleh yang sedang bertelur.
"Yang sedang diujicobakan untuk dibudidayakan serta dikembang biakkan saat ini kebanyakan adalah benih bening lobster hasil tangkapan ilegal. Jadi ada sebagian yang dilepasliarkan ke alam dan sebagian untuk penelitian serta budidaya di air tawar," tambahnya.
Ia mengatakan selain melakukan budidaya lobster air tawar untuk tetap menjaga kelestarian lobster di habitatnya, pihaknya telah bekerja sama dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) perikanan untuk mencegah penyelundupan benih bening lobster di daerah-daerah habitat lobster di Provinsi Lampung.(Ant)
0 Komentar
Jangan Ragu Manfaatkan USG Payudara Gratis di Puskesmas
Tren Downgrade Lifestyle Makin Ramai, Masyarakat Pilih Hidup Lebih Hemat
Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
Rumah Oksigen dan Masker untuk Warga Terdampak Karhutla
KPAI Dapati 1,14 Juta Anak Masih Jadi Pekerja Anak
Kasad Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi
Siap Galau Bareng Lyodra hingga Afgan di Pesona Nusantara NTV
Leave a comment