Aktivis Perempuan Ajak May Day Damai: Suarakan Aspirasi Tanpa Provokasi

30 April 2026 10:57
Penulis: Alamsyah, news
Ilustrasi perempuan melakukan aksi di Hari Buruh.

Sahabat.com - Aktivis perempuan, S. Yulianti, menyerukan agar peringatan May Day berlangsung secara damai dan tertib. Ia menilai keterlibatan perempuan dalam aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus upaya memastikan penyampaian aspirasi buruh berjalan sesuai aturan, sehingga dapat tersampaikan secara elegan tanpa menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Menurut S. Yulianti, pelaksanaan aksi May Day tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh kelompok buruh saja. Kehadiran masyarakat sipil dan mahasiswa dinilai dapat memperkuat suara aspirasi agar lebih didengar oleh pemerintah. Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko, terutama potensi pihak-pihak tertentu yang menginginkan terjadinya tindakan anarkis dengan memanfaatkan besarnya mobilisasi massa.

“Kerusuhan dalam sebuah aksi, khususnya yang memanfaatkan momentum May Day, tidak terjadi begitu saja. Ada kepentingan politik, bisnis, dan lainnya. Bahkan, massa yang terlibat kerap bukan memiliki agenda yang jelas, melainkan kelompok yang dimobilisasi untuk melakukan kekerasan,” ujar S. Yulianti.

Ia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen buruh, masyarakat, dan mahasiswa agar tidak terjebak dalam skenario pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi yang tidak kondusif.

S. Yulianti juga mengkritik keras pihak-pihak yang sengaja menggerakkan massa demi kepentingan tertentu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, masyarakat tidak boleh semakin dipersulit. Kerusuhan hanya akan memperburuk keadaan, dan pada akhirnya masyarakat juga yang paling dirugikan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat melalui aksi demonstrasi merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh disalahgunakan menjadi alat provokasi yang berujung pada kerusuhan.

“Kritik itu penting, bahkan perlu. Tetapi ketika ada agenda tersembunyi yang sengaja memicu kerusuhan, itu yang harus kita tolak bersama,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa dan kelompok kritis lainnya, untuk menyampaikan aspirasi secara cerdas, konstruktif, serta tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan.
Dalam momentum peringatan May Day, S. Yulianti berharap seluruh elemen buruh dapat memperingatinya dengan tertib dan damai.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap warga. Namun, jangan sampai terpancing provokasi yang merugikan kita semua. Menjaga ketertiban dan keamanan adalah tanggung jawab bersama demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan kondusif di Indonesia. Jika terjadi kerusuhan, dampaknya akan luas dan kembali dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment