Sahabat.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah terus berupaya melakukan penguatan profil pelajar Pancasila, salah satunya untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kalangan pelajar.
"Kami terus melakukan penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah agar mereka bisa diarahkan kepada hal-hal positif," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Eka Aprilianty di Palangka Raya, Kamis.
Profil pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Adapun enam ciri utama pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri atas kesadaran terhadap diri, situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
Melalui penguatan dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila, diharapkan semakin memperkuat benteng diri para pelajar di Kalteng untuk menjauhi narkoba.
Lebih lanjut Eka menambahkan pihaknya juga telah memiliki jalinan kerja sama dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalteng untuk melaksanakan program sekolah bersinar.
"Kami terus mendorong para kepala sekolah dalam program ini, agar terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," ujarnya.
Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar menjadi salah satu permasalahan yang sedang menjadi perhatian Pemprov Kalteng. Terkait ini perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng dan pihak terkait telah melaksanakan pertemuan, serta menghasilkan sejumlah rekomendasi.
Di antaranya adalah perlu adanya penegakan hukum dan penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
Kemudian dibuat surat edaran dari kepala daerah melalui Dinas Pendidikan untuk tidak sembarangan mengeluarkan siswa bermasalah khususnya berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, karena jika langsung dikeluarkan dikhawatirkan lebih sulit lagi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.(Ant)
0 Komentar
Ubedilah Badrun Soroti Kasus Aktivis, Dorong Evaluasi MBG dan Penguatan Reformasi Polri
Waspadai Penyusupan Anarko di Hari Perempuan Internasional
Islah Bahrawi: Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Berisiko Hambat Respons Keamanan Negara
Potensi Anarko di Balik Demo 17+8, Mahasiswa Diminta Waspada
Surya Paloh Ketemu Jokowi, Anies: Tontonan Aja Itu
Ratusan Pekerja Offshore Upstream Pertamina Regional Jawa Nyoblos di TPS di Tengah Laut
8 Parpol Lolos DPR Versi Quick Count, PDI Perjuangan Hattrick
668 TPS di Jawa Hingga Papua Harus Melakukan Pemungutan Suara Susulan akibat Bencana dan Kerusuhan
Megawati akan Nyoblos di TPS Kebagusan Jaksel
Leave a comment