Sahabat.com - Presiden RI Joko Widodo menekankan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat tidak menyebabkan kenaikan harga beras, tetapi untuk menekan atau menurunkan harga beras dan komoditas lain.
"Ya, enggak (kenaikan harga beras bukan karena bansos), justru bansos itu kayak operasi pasar sehingga dengan diberikan bansos itu permintaan masyarakat jadi turun. Kalau permintaan turun, supply-nya tetap, harganya bisa turun, teorinya seperti itu. Akan tetapi, memang belum," kata Jokowi.
Joko Widodo menyampaikan hal itu di sela kunjungan kerja meninjau sekolah menengah kejuruan (SMK) di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis.
Untuk menurunkan harga beras, kata Presiden, Pemerintah telah melakukan operasi pasar, menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP), hingga bantuan pangan beras 10 kg untuk 21,3 juta jiwa penduduk.
Presiden mengatakan bahwa harga beras memang relatif tinggi sejak beberapa waktu lalu. Sementara itu, harga komoditas cabai mengalami kenaikan harga secara musiman.
Namun, untuk harga bawang merah, bawang putih, dan telur, menurut Jokowi, saat ini masih stabil.
Jokowi menuturkan bahwa Pemerintah saat ini berusaha keras menurunkan harga beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia.
"Sampai saat ini belum bisa turun secara drastis, tetapi paling tidak sudah tidak naik," kata Presiden.(Ant)
0 Komentar
Islah Bahrawi: Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Berisiko Hambat Respons Keamanan Negara
Potensi Anarko di Balik Demo 17+8, Mahasiswa Diminta Waspada
Surya Paloh Ketemu Jokowi, Anies: Tontonan Aja Itu
Ratusan Pekerja Offshore Upstream Pertamina Regional Jawa Nyoblos di TPS di Tengah Laut
8 Parpol Lolos DPR Versi Quick Count, PDI Perjuangan Hattrick
668 TPS di Jawa Hingga Papua Harus Melakukan Pemungutan Suara Susulan akibat Bencana dan Kerusuhan
Megawati akan Nyoblos di TPS Kebagusan Jaksel
TPN Ungkap Keresahan Publik terhadap Quick Count, Fair atau Tidak?
Leave a comment