Pangdam XVI Turunkan Tim Investigasi Penyerangan Polres Bersama Polisi

28 April 2023 06:43
Penulis: Habieb Febriansyah, news
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso saat salam komando membahas insiden penyerangan Polres Jeneponto oleh orang tidak dikenal (OTK). ANTARA/HO/Penerangan Kodam XIV/Hsn

Sahabat.com - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso bersama Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso turunkan tim untuk bersama-sama dengan kepolisian melakukan penyelidikan dan investigasi penyerangan Mapolres Jeneponto.

Saat ini anggota intelijen dan POM juga sudah turun guna melakukan penyelidikan dan investigasi, untuk mencari tahu siapa sebenarnya OTK yang melakukan perbuatan tercela tersebut," ujarnya di Makassar, Jumat.

Pangdam mengatakan pihaknya bersama pihak terkait melakukan penyelidikan dan investigasi. Jika di kemudian hari, hasil penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan anggota dalam penyerangan, maka sanksi tegas akan diambil.

"Siapapun yang terlibat pimpinan tentu akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku, siapa yang bersalah harus tetap diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Mayjen TNI Totok Imam Santoso mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum diketahui pelaku dan motif penyerangan karena masih tahap penyelidikan.

Menurut dia, Kodam XIV/Hasanuddin bersama instansi terkait sudah menurunkan tim guna melakukan penyelidikan dan investigasi bersama, termasuk akan kemungkinan-kemungkinan adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi saat ini.

Ia pun mengaku jika pasukan terdekat dari Polres Jeneponto yakni Batalyon Infanteri (Yonif) 726/Tamalatea juga berjarak 2-3 jam perjalanan.

Bahkan di satuan itu, semua prajurit sedang di karantina untuk diberangkatkan pada penugasan operasi, sehingga tidak ada kegiatan cuti.

"Setiap dua jam sekali pun dilaksanakan apel pengecekan. Satuan Teritorial yaitu Kodim 1425/Jeneponto separuh kekuatan melaksanakan dinas cuti, separuh kekuatan ada di tempat itu pun terbagi lagi dengan melaksanakan pengamanan operasi ketupat/hari raya dan diperbantukan di Polres Jeneponto," katanya.

Pangdam memastikan bahwa dalam perbantuan operasi ketupat itu, setiap prajurit tidak dibekali dengan senjata karena semua senjata sedang digudangkan.

"Semua senjata itu digudangkan. Karenanya sangatlah kecil kemungkinan dilakukan oleh anggota TNI," ucapnya.(Ant)

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment